Chemical Cleaning: Pengertian, Jenis Chemical, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

Chemical cleaning adalah metode pembersihan yang menggunakan bahan kimia tertentu untuk membantu menghilangkan kotoran, noda, kerak, minyak, lemak, residu, dan kontaminan lain dari suatu permukaan.

Dalam pekerjaan cleaning profesional, chemical bukan sekadar cairan yang digunakan untuk membuat permukaan terlihat bersih. Setiap bahan pembersih memiliki karakteristik, fungsi, tingkat keasaman atau kebasaan, konsentrasi, waktu kontak, serta batas penggunaan yang berbeda.

Karena itu, penggunaan chemical cleaning harus mempertimbangkan dua hal utama, yaitu jenis kotoran yang akan dibersihkan dan jenis material yang akan dibersihkan.

Chemical yang efektif terhadap kerak mineral belum tentu cocok untuk minyak. Chemical yang dapat digunakan pada keramik belum tentu aman untuk marmer, granit, vinyl, stainless steel, kaca, atau material lainnya.

Pemahaman tersebut sangat penting agar proses cleaning dapat mengangkat kotoran tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan.

Apa Itu Chemical Cleaning?

Chemical cleaning merupakan proses pembersihan dengan memanfaatkan reaksi atau sifat kimia suatu bahan untuk membantu melepaskan kotoran dari permukaan.

Pada praktiknya, chemical cleaning sering dikombinasikan dengan proses mekanis seperti:

  • scrubbing;
  • brushing;
  • wiping;
  • agitation;
  • floor machine;
  • pressure cleaning;
  • rinsing;
  • atau metode mekanis lainnya.

Chemical membantu melonggarkan atau memecah kotoran, sedangkan tindakan mekanis membantu melepaskan kotoran tersebut dari permukaan.

Dengan demikian, chemical dan mechanical cleaning sering bekerja secara bersama-sama.

Mengapa Chemical Cleaning Dibutuhkan?

Tidak semua kotoran dapat dihilangkan hanya menggunakan air.

Air mungkin cukup untuk menghilangkan debu atau kotoran ringan. Namun, masalah menjadi berbeda ketika permukaan telah mengalami penumpukan:

  • kerak mineral;
  • minyak;
  • lemak;
  • sisa sabun;
  • noda organik;
  • residu makanan;
  • kotoran biologis;
  • oksidasi;
  • atau kontaminan lainnya.

Pada kondisi tersebut, chemical tertentu dapat membantu mengubah sifat atau ikatan kotoran sehingga lebih mudah diangkat.

Prinsip Dasar Chemical Cleaning

Efektivitas chemical cleaning dipengaruhi oleh beberapa faktor.

1. Chemical

Jenis chemical harus sesuai dengan jenis kotoran.

Chemical untuk kerak mineral berbeda dengan chemical untuk minyak dan lemak.

2. Konsentrasi

Konsentrasi chemical harus sesuai dengan petunjuk produk dan kondisi pekerjaan.

Baca Juga  Lantai Acian Berdebu Terus? 7 Penyebab dan Solusinya

Chemical yang lebih pekat tidak otomatis berarti lebih efektif.

Konsentrasi yang terlalu tinggi justru dapat meningkatkan risiko kerusakan permukaan.

3. Waktu Kontak

Chemical biasanya membutuhkan waktu tertentu agar dapat bekerja pada kotoran.

Waktu tersebut dikenal sebagai contact time atau waktu kontak.

Jika chemical langsung dibilas sebelum bekerja, hasil cleaning dapat menjadi kurang maksimal.

Sebaliknya, chemical juga tidak boleh dibiarkan terlalu lama jika instruksi produk tidak mengizinkannya.

4. Mechanical Action

Setelah chemical bekerja, kotoran dapat dibantu dilepaskan dengan:

  • sikat;
  • spons;
  • microfiber;
  • pad;
  • mesin lantai;
  • atau peralatan mekanis lainnya.

5. Temperatur

Pada proses tertentu, temperatur dapat memengaruhi efektivitas chemical.

Namun, penggunaan temperatur harus disesuaikan dengan spesifikasi bahan kimia dan material yang dibersihkan.

Jenis Chemical Cleaning Berdasarkan Kotoran

Chemical dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan jenis kontaminan yang ditangani.

Acid Cleaner

Chemical berbasis asam umumnya digunakan untuk membantu menangani kotoran mineral tertentu, seperti:

  • kerak air;
  • mineral deposit;
  • scale;
  • noda semen tertentu;
  • dan endapan mineral lainnya.

Namun, chemical asam harus digunakan dengan sangat hati-hati.

Beberapa material dapat rusak akibat paparan asam, termasuk jenis batu alam tertentu.

Marmer, misalnya, mengandung mineral berbasis kalsium karbonat yang sensitif terhadap asam. Penggunaan chemical asam yang tidak sesuai dapat menyebabkan etching, yaitu permukaan menjadi kusam atau mengalami perubahan tampilan.

Karena itu, acid cleaner tidak boleh dianggap sebagai chemical universal.

Alkaline Cleaner

Chemical alkaline banyak digunakan untuk membantu membersihkan:

  • minyak;
  • lemak;
  • grease;
  • kotoran organik;
  • dan residu tertentu.

Alkaline cleaner banyak digunakan pada area yang membutuhkan penghilangan kotoran berminyak.

Namun, material tetap harus diperhatikan karena tingkat alkalinitas dan konsentrasi tertentu dapat memengaruhi permukaan atau lapisan pelindung.

Neutral Cleaner

Neutral cleaner memiliki tingkat keasaman atau kebasaan yang relatif mendekati netral.

Jenis cleaner ini sering digunakan untuk maintenance cleaning atau pembersihan rutin pada permukaan yang sesuai.

Keunggulannya adalah pendekatan yang relatif lebih lembut dibandingkan chemical yang sangat asam atau sangat basa.

Degreaser

Degreaser dirancang untuk membantu mengangkat minyak dan lemak.

Dapat digunakan pada area seperti:

  • dapur;
  • kitchen area;
  • lantai berminyak;
  • peralatan tertentu;
  • area kerja;
  • dan permukaan lain yang kompatibel.

Descaler

Descaler digunakan untuk membantu menghilangkan scale atau kerak mineral.

Kerak dapat ditemukan pada:

  • keran;
  • shower;
  • wastafel;
  • toilet;
  • dinding kamar mandi;
  • lantai;
  • dan peralatan tertentu.

Descaler harus digunakan sesuai karakteristik material karena beberapa bahan pembentuk kerak juga dapat terdapat pada permukaan yang sensitif terhadap chemical tertentu.

Disinfectant

Disinfectant digunakan untuk proses disinfeksi sesuai klaim produk dan petunjuk penggunaan.

Perlu dibedakan antara cleaning dan disinfection.

Cleaning berfokus pada penghilangan kotoran.

Disinfection berfokus pada pengendalian mikroorganisme tertentu pada kondisi penggunaan yang ditetapkan.

Karena itu, disinfeksi bukan pengganti cleaning.

Chemical Cleaning pada Toilet

Toilet merupakan salah satu contoh area yang sering membutuhkan chemical cleaning.

Berbagai jenis kotoran dapat ditemukan secara bersamaan, seperti:

  • kerak mineral;
  • noda kuning;
  • soap scum;
  • minyak tubuh;
  • residu sabun;
  • kotoran organik;
  • dan kotoran pada nat.

Chemical yang digunakan harus disesuaikan dengan sumber masalah.

Kerak mineral membutuhkan pendekatan berbeda dari minyak atau sisa sabun.

Chemical Cleaning pada Keramik

Keramik dapat terkena berbagai jenis kotoran.

Untuk keramik kamar mandi, masalah yang umum adalah:

  • kerak air;
  • soap scum;
  • noda;
  • lumut;
  • dan kotoran pada nat.

Untuk area dapur, masalah yang lebih umum dapat berupa:

  • minyak;
  • lemak;
  • sisa makanan;
  • dan grease.

Karena jenis kotorannya berbeda, chemical yang digunakan juga dapat berbeda.

Chemical Cleaning pada Marmer

Marmer membutuhkan perhatian khusus.

Tidak semua chemical yang efektif pada keramik aman digunakan pada marmer.

Penggunaan chemical yang mengandung asam tertentu dapat menyebabkan reaksi pada permukaan marmer dan menghasilkan etching.

Baca Juga  Cara Merawat Lantai Vinyl agar Awet, Bersih & Tidak Kusam

Akibatnya permukaan yang sebelumnya mengilap dapat terlihat:

  • kusam;
  • buram;
  • memiliki bercak;
  • atau kehilangan keseragaman kilap.

Karena itu, pemilihan chemical untuk marmer harus berdasarkan sifat material, bukan hanya berdasarkan jenis kotorannya.

Chemical Cleaning pada Granit

Granit juga harus dibedakan dari marmer.

Walaupun keduanya termasuk batu alam, komposisi mineral dan ketahanannya terhadap chemical tidak selalu sama.

Chemical yang digunakan harus tetap diuji dan disesuaikan dengan jenis batu, finishing, coating, serta kondisi permukaan.

Chemical Cleaning pada Stainless Steel

Stainless steel juga membutuhkan chemical yang tepat.

Pembersihan harus memperhatikan:

  • jenis finishing;
  • arah grain;
  • noda;
  • minyak;
  • kerak;
  • dan kemungkinan korosi.

Bahan abrasif atau chemical yang tidak sesuai dapat menyebabkan perubahan tampilan atau kerusakan permukaan.

Chemical Cleaning pada Kaca

Kaca dapat mengalami:

  • debu;
  • minyak;
  • sidik jari;
  • residu sabun;
  • mineral deposit;
  • dan water spot.

Tidak semua water spot dapat dihilangkan dengan glass cleaner biasa.

Jika deposit mineral sudah lama terbentuk, diperlukan metode yang lebih spesifik.

Namun, permukaan kaca dengan coating tertentu harus diperlakukan sesuai rekomendasi produsennya.

Chemical Cleaning pada Lantai Vinyl

Vinyl memerlukan chemical yang kompatibel dengan material dan lapisan pelindungnya.

Pembersihan terlalu agresif dapat memengaruhi:

  • warna;
  • tampilan;
  • lapisan pelindung;
  • atau permukaan vinyl.

Karena itu, maintenance cleaning biasanya menggunakan produk yang sesuai dengan sistem perawatan lantai tersebut.

Chemical Cleaning pada Parket

Parket memiliki karakteristik berbeda dari lantai keramik atau batu.

Air yang berlebihan, chemical yang tidak sesuai, atau metode pembersihan yang terlalu agresif dapat memengaruhi kondisi kayu dan finishing.

Chemical cleaning pada parket harus mempertimbangkan:

  • jenis kayu;
  • finishing;
  • coating;
  • tingkat kelembapan;
  • dan metode aplikasi.

Chemical Cleaning Bukan Berarti Chemical yang Paling Kuat

Ini merupakan prinsip penting dalam pekerjaan cleaning profesional.

Chemical yang paling kuat bukan berarti chemical yang paling tepat.

Tujuan chemical cleaning adalah mendapatkan hasil pembersihan yang efektif dengan risiko kerusakan permukaan seminimal mungkin.

Misalnya, menggunakan chemical sangat asam pada permukaan yang sensitif mungkin dapat menghilangkan kerak dengan cepat, tetapi sekaligus dapat merusak permukaan.

Karena itu, prinsip yang lebih tepat adalah:

Gunakan chemical yang tepat untuk kotoran yang tepat pada permukaan yang tepat.

Pentingnya Test Spot

Sebelum chemical digunakan pada area yang luas, terutama pada permukaan sensitif atau pekerjaan dengan risiko tinggi, lakukan test spot.

Test spot dilakukan pada area kecil dan tidak terlalu terlihat untuk melihat:

  • reaksi material;
  • perubahan warna;
  • perubahan kilap;
  • efektivitas chemical;
  • kemungkinan kerusakan;
  • serta metode aplikasi yang paling sesuai.

Jika hasilnya aman dan sesuai, metode tersebut dapat dipertimbangkan untuk area yang lebih luas.

Mengapa Chemical Tidak Boleh Dicampur Sembarangan?

Chemical cleaning membutuhkan perhatian terhadap kompatibilitas bahan.

Jangan mencampurkan dua atau lebih chemical kecuali kompatibilitas dan instruksinya memang jelas dinyatakan oleh produsen.

Campuran chemical tertentu dapat menghasilkan reaksi berbahaya.

Terutama, jangan mencampurkan produk berbasis pemutih dengan chemical lain tanpa petunjuk yang jelas.

Selalu perhatikan:

  • label;
  • Safety Data Sheet atau SDS;
  • konsentrasi;
  • ventilasi;
  • APD;
  • cara penyimpanan;
  • dan prosedur penggunaan.

APD dalam Chemical Cleaning

Penggunaan chemical harus mempertimbangkan keselamatan pekerja.

APD dapat meliputi:

  • sarung tangan yang sesuai;
  • pelindung mata;
  • pakaian kerja;
  • sepatu keselamatan;
  • perlindungan pernapasan jika diperlukan;
  • serta perlengkapan tambahan berdasarkan risiko chemical.

Jenis APD tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan kebiasaan, tetapi harus mempertimbangkan informasi keselamatan bahan yang digunakan.

Chemical Cleaning dalam Pekerjaan Cleaning Profesional

Dalam pekerjaan cleaning profesional, chemical merupakan salah satu alat, bukan satu-satunya metode.

Hasil akhir dipengaruhi oleh kombinasi:

Chemical + konsentrasi + waktu kontak + mechanical action + alat + teknik + rinsing + kondisi material.

Baca Juga  Lantai Acian Belang Setelah Kering? Ini Solusinya

Itulah sebabnya dua orang dapat menggunakan chemical yang sama tetapi memperoleh hasil berbeda.

Teknik aplikasi, dosis, waktu kontak, alat, dan kondisi permukaan sangat menentukan.

Chemical Cleaning dan Perawatan Permukaan

Chemical cleaning juga berkaitan dengan perawatan jangka panjang.

Penggunaan chemical yang tidak sesuai secara berulang dapat menyebabkan permukaan mengalami penurunan kualitas.

Contohnya:

  • batu alam menjadi kusam;
  • coating menurun;
  • vinyl kehilangan tampilan;
  • stainless steel mengalami perubahan permukaan;
  • nat menjadi rapuh;
  • atau lapisan pelindung mengalami kerusakan.

Karena itu, pemilihan chemical sebaiknya menjadi bagian dari program perawatan permukaan, bukan hanya solusi ketika permukaan sudah sangat kotor.

Chemical Cleaning di Nusantara Cleaning

Dalam pekerjaan cleaning dan perawatan permukaan, Nusantara Cleaning menggunakan pendekatan berdasarkan karakteristik material dan kondisi kotoran.

Chemical cleaning dapat menjadi bagian dari berbagai pekerjaan, seperti:

  • salon toilet;
  • general cleaning;
  • washing granit dan keramik;
  • pembersihan kaca;
  • pembersihan ACP gedung;
  • perawatan lantai;
  • serta pekerjaan cleaning lainnya.

Pemilihan metode pembersihan perlu disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan. Material seperti marmer, granit, teraso, keramik, vinyl, parket, kaca, stainless steel, dan ACP memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak dapat diperlakukan dengan satu chemical yang sama.

Kesimpulan

Chemical cleaning adalah metode pembersihan yang memanfaatkan bahan kimia untuk membantu menghilangkan berbagai jenis kotoran dari permukaan.

Keberhasilan chemical cleaning tidak bergantung pada seberapa keras atau pekat chemical yang digunakan. Faktor yang lebih penting adalah kesesuaian antara chemical, jenis kotoran, jenis material, konsentrasi, waktu kontak, tindakan mekanis, serta prosedur keselamatan.

Pemilihan chemical yang tepat dapat membantu meningkatkan efektivitas cleaning sekaligus mengurangi risiko kerusakan permukaan.

Sebaliknya, chemical yang tidak sesuai dapat menyebabkan masalah baru, terutama pada material yang sensitif seperti marmer, beberapa jenis batu alam, kaca berlapis, vinyl, parket, dan permukaan dengan coating.

Karena itu, chemical cleaning sebaiknya dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap kimia kotoran dan karakteristik material yang dibersihkan.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan chemical cleaning?

Chemical cleaning adalah proses pembersihan menggunakan bahan kimia tertentu untuk membantu menghilangkan atau melonggarkan kotoran dari permukaan.

Apakah chemical cleaning sama dengan cleaning biasa?

Chemical cleaning merupakan salah satu bagian dari proses cleaning. Dalam pekerjaan profesional, chemical biasanya dikombinasikan dengan metode mekanis seperti scrubbing, brushing, wiping, atau penggunaan mesin.

Apakah semua chemical bisa digunakan pada semua permukaan?

Tidak. Chemical harus disesuaikan dengan jenis material dan jenis kotoran. Produk yang cocok untuk keramik belum tentu cocok untuk marmer, granit, vinyl, parket, kaca, atau stainless steel.

Apakah chemical yang lebih kuat menghasilkan pembersihan lebih baik?

Tidak selalu. Chemical yang terlalu kuat dapat meningkatkan risiko kerusakan permukaan. Yang lebih penting adalah memilih chemical yang sesuai dengan jenis kotoran dan material.

Mengapa marmer harus berhati-hati terhadap chemical?

Marmer tertentu sensitif terhadap bahan asam. Chemical yang tidak sesuai dapat menyebabkan etching sehingga permukaan menjadi kusam atau berubah tampilannya.

Apa itu test spot dalam chemical cleaning?

Test spot adalah pengujian chemical pada area kecil terlebih dahulu untuk mengetahui efektivitas dan kemungkinan reaksinya terhadap permukaan sebelum diaplikasikan pada area yang lebih luas.

Apakah chemical boleh dicampur?

Chemical tidak boleh dicampur sembarangan. Campuran tertentu dapat menghasilkan reaksi berbahaya. Selalu ikuti petunjuk produsen dan informasi keselamatan produk.